
Otak adalah aset yang sangat berharga. Tak
satupun benda buatan manusia yang mampu
menandingi kemampuan otak. Sayangnya,
manusia hanya memanfaatkan paling banyak
10 persen dari kemampuan otaknya. Mengapa
tidak mengasahnya?
ANGRIANI S. UGART
Makassar
ALBERT Einstein misalnya, banyak orang memberi
predikat kepadanya sebagai manusia genius. Padahal,
dia hanya menggunakan 4-5 persen dari kemampuan
otaknya.
Otak manusia terdiri dari 100 miliar syaraf yang masing-
masing terkait dengan 10 ribu syaraf lain. Otak
terdiri dari dua belahan, kiri dan kanan. Namun, 85
persen orang di dunia ini ternyata hidup dengan
mengandalkan otak kiri saja. Sebagian dari sisanya
menggunakan kombinasi keduanya, dan sebagian lagi
memakai otak kanan.
Otak kiri berfungsi mengatur badan bagian kanan
berpikir logis, rasional, menganalisis, berbicara, berorientasi
pada waktu hal-hal yang rinci, pusat matematika,
kemampuan menulis dan membaca.
Otak kanan berfungsi mengontrol badan bagian kiri,
bermusik, menari, kreatif, melihat keseluruhan, bersosialisasi,
komunikasi, interaksi dengan orang lain, pengendalian
emosi, kemampuan intuitif kemampuan
merasakan, memadukan, serta ekspresi tubuh.
Usia makin bertambah, maka otak juga mulai menua.
Proses menua adalah proses alamiah yang akan
dialami semua mahluk hidup. Fenomena menua juga
terjadi pada sel-sel otak. Menurut Bagian Penyakit Saraf
Fakultas Kedokteran Unhas, dr Jumraini Tammase, SpS,
pada usia 70 tahun, bagian otak yang rusak bisa mencapai
5-10 persen pertahun.
Akibatnya, proses berpikir menjadi lamban, sulit
kon-sentrasi, dan kemampuan daya ingat menurun.
“Banyak anggapan di masyarakat, orang yang sudah
lanjut usia akan menjadi pikun, tidak kreatif, pemarah,
penyakitan, dan tidak bisa bekerja lagi. Padahal
kenyataannya, tiap orang tetap bisa memaksimalkan
otaknya pada usia beberapa pun.
“Buktinya, masih banyak profesor, seniman, bankir,
atau politisi yang usianya di atas 60, tetapi masih produktif,”
ujar dokter yang bertugas di RS Wahidin Sudirohusodo
(RSWS) dan RS Ibnu Sina, Makassar ini.
Menurutnya, pada tahun 2025 nanti diperkirakan
jumlah lansia akan lebih banyak dibandingkan usia
muda. Dengan melakukan senam otak, kualitas hidup
lansia akan semakin meningkat. Otomatis, kualitas
masyarakat kita pun akan semakin baik.
Pengajar di FK Unhas ini mengungkapkan,
gangguan pada sel otak juga bisa dialami oleh orang
muda. Itu bisa terjadi akibat cidera pada kepala penyakit
down syndrome, stroke, tumor otak dan sebagainya.
Namun gejala lupa yang dialami oleh orang berusia
muda misalnya kurangnya konsentrasi ketika sedang
melakukan sesuatu.
Pada lansia, penurunan kemampuan otak dan tubuh
membuat tubuh mudah jatuh sakit, pikun, frustrasi.
Meski demikian, penurunan ini bisa diperbaiki dengan
senam otak. Senam otak tidak saja akan memperlancar
aliran darah dan oksigen ke otak, tetapi juga merangsang
kedua belahan otak untuk bekerja. Senam otak
ditemukan dr Paul Dennison, ahli senam otak dari
lembaga Educational Kinesiology, Amerika Serikat, 19
tahun silam.
“Senam otak dapat dilakukan segala umur, baik lansia,
bayi, anak autis, remaja, maupun orang dewasa.
Kita tahu bahwa otak adalah salah satu organ tubuh
manusia yang sering digunakan, otak yang sudah terlalu
lelah berpikir, perlu direlaksasi dengan mensuplai
oksigen dari paru-paru ke otak melalui latihan
pernafasan,” ujar ibu dari Iin Fadilah Utami dan Gita
Fitri Aidini ini.
Senam otak dapat mengaktifkan otak pada tiga dimensi,
yakni lateralitas-komunikasi, pemfokusan-pemahaman
dan pemusatan-pengaturan. Kata dr Jumraini,
banyak manfaat yang bisa diperoleh dengan melakukan
brain gym. Gerakan-gerakan ringan dengan permainan
melalui olah tangan dan kaki dapat memberikan
rangsangan atau stimulus pada otak.
Gerakan yang menghasilkan stimulus itulah yang
dapat meningkatkan kemampuan kognitif (kewaspadaan,
konsentrasi, kecepatan, persepsi, belajar, memori,
pemecahan masalah dan kreativitas), menyelaraskan kemampuan
beraktifitas dan berpikir pada saat yang bersamaan,
meningkatkan keseimbangan atau harmonisasi
antara kontrol emosi dan logika, mengoptimalkan
fungsi kinerja panca indera, menjaga kelenturan dan
keseimbangan tubuh.
Senam otak juga dapat meningkatkan daya ingat dan
pengulangan kembali terhadap huruf atau angka (dalam
waktu 10 minggu), meningkatkan ketajaman pendengaran
dan penglihatan, mengurangi kesalahan membaca,
memori, dan kemampuan komprehensif pada kelompok
dengan gangguan bahasa, hingga mampu meningkatkan
respons terhadap rangsangan visual.
Selain hal tersebut, brain gym juga digunakan untuk
terapi beberapa gangguan pada anak-anak seperti
Hipersensitivitas, ADD (Attention Difficulty Disordes)
atau gangguan pemusatan perhatian, EH (Emotional
Handicaps) atau gangguan emosional, FAS (Fetal Alcohol
Syndrome) atau sindrom bayi, dan LD (Learning
Disabilities) atau gangguan kemampuan belajar.
*****
Meningkatkan
Kemampuan Belajar
BRAIN GYM merupakan
sejumlah gerakan sederhana yang
dapat menyeimbangkan setiap
bagian-bagian otak. Diharapkan
melalui rangkaian gerakan tubuh,
dapat menarik keluar tingkat
konsentrasi anak. Apalagi, brain
gym dikenal juga sebagai jalan
keluar bagi bagian-bagian otak
yang “terhambat” agar dapat
berfungsi maksimal.
Biasanya, orang yang sulit
belajar, jika berusaha sangat
keras dapat mengakibatkan
stres di otak, sehingga
mekanisme integrasi otak
melemah dan bagian-bagian
otak tertentu kurang berfungsi.
Informasi yang diterima otak
bagian belakang sulit
diekspresikan, sehingga orang
merasa kurang berhasil dan
stres akan mengakibatkan
semangat belajar dan bekerja
berkurang.
Dan orang yang kurang
belajar dan berusaha,
prestasinya akan statis, bahkan
menurun dan perasaan tidak
berhasil semakin bertambah
sehingga sulit untuk keluar dari
lingkaran negatif.
Lalu bagaimana brain gym
menunjang kemampuan belajar
dan bekerja? Menurut dr Jumraini
Tammase, SpS, melalui tes otot
dicari tahu hambatan-hambatan
pada tubuh yang berpengaruh
pada kemampuan belajar dan daya
tangkap.
Brain gym membuka bagianbagian
otak yang sebelumnya
tertutup atau terhambat sehingga
kegiatan belajar/bekerja
berlangsung menggunakan seluruh
otak (whole brain).
“Akibatnya, stres emosional
berkurang dan pikiran lebih
jernih. Hubungan antar
manusia dan suasana belajar/
bekerja lebih rileks dan
senang,” ujar wanita kelahiran
Soppeng ini.
Senam otak atau brain gym juga
dapat meningkatkan kemampuan
berbahasa dan daya ingat. Orang
menjadi lebih bersemangat, lebih
konsentrasi, lebih kreatif dan
efisien. Siapapun akan merasa
lebih sehat karena stres berkurang.
“Yang pasti, prestasi belajar dan
bekerja dapat meningkat,”
pungkasnya.
*****
10 Kebiasaan yg bisa merusak Otak
1. Tidak sarapan pagi
2. Makan terlalu banyak
3. Merokok
4. Mengkonsumsi gula
terlalu banyak
5. Tidak memakai masker
polusi udara
6. Kurang tidur
7. Menutup kepala saat tidur
8. Kurang menstimulasi pikiran
9. Jarang berkomunikasi
10. Berpikir keras saat sakit.
Sumber: dr Jumraini Tammase, SpS/FK Unhas
*****
Ragam Gerakan
Senam Otak
Brain gym adalah rangkaian latihan berbasis gerakan
tubuh sederhana. Dapat dilakukan di mana saja, kapan
saja, dan oleh siapa saja. Sebelum melakukan
rangkaian gerakan senam otak dianjurkan terlebih
dahulu meminum air, karena air adalah unsur pembawa
energi listrik
Air mengandung mineral. Air putih bahkan membantu
memperlancar peredaran darah dan oksigen
ke seluruh tubuh. Kekurangan air akan membuat otot
menegang sehingga tubuh tidak merasa nyaman.
Berikut beberapa gerakan dasar senam otak untuk
Anda latih menurut dr Jumraini Tammase, SpS:
GERAKAN SILANG.
Cara: Kaki dan tangan digerakkan secara berlawanan.
Bisa ke depan, samping, atau belakang.
agar lebih ceria Anda bisa menyelaraskan gerakan
dengan irama musik.
Manfaat: Merangsang bagian otak yang menerima
informasi (receptive) dan bagian yang menggunakan
informasi (expressive) sehingga memudahkan
proses mempelajari hal-hal baru dan meningkatkan
daya ingat.
OLENGAN PINGGUL.
Cara: Duduk di lantai. Posisi tangan ke belakang,
menumpu ke lantai dengan siku di tekuk.
Angkat kaki sedikit lalu oleng-olengkan pinggul
ke kiri dan ke kanan dengan rileks.
Manfaat: mengaktifkan otak untuk kemampuan
belajar, melihat ke kiri dan ke kanan, kemampuan
memperhatikan dan memahami.
PENGISI ENERGI.
Cara: Duduk nyaman di kursi, kedua lengan
bawah dan dahi diletakkan di atas meja. Tangan
ditempatkan di depan bahu dengan jari-jari menghadap
sedikit ke dalam. Ketika menarik napas,
rasakan nafas mengalir ke garis tengah seperti pancuran
energi, mengangkat dahi, kemudian tengkuk,
dan terakhir punggung atas. Diafragma dan
dada tetap terbuka dan bahu tetap rileks.
Manfaat: Mengembalikan vitalitas otak setelah
serangkaian aktifitas yang melelahkan, mengusir
stres, meningkatkan konsentrasi dan perhatian
serta meningkatkan kemampuan memahami dan
berpikir rasional.
MENGUAP BERENERGI
Cara: Bukalah mulut seperti hendak menguap
lalu pijatlah otot-otot di sekitar persendian rahang.
Lalu menguaplah dengan bersuara untuk melemaskan
otot-otot tersebut.
Manfaat: Mengaktifkan otak untuk peningkatan
oksigen agar otak berfungsi secara efisien dan
rileks, meningkatkan perhatian dan daya penglihatan,
memperbaiki komunikasi lisan dan ekspresif
serta meningkatkan kemampuan untuk memilah
informasi.
LUNCURAN GRAVITASI
Cara: Duduk di kursi dan silangkan kaki.
Tundukkan badan dengan lengan ke depan bawah.
Buang napas ketika turun dan ambil napas ketika
naik. Lakukan dengan posisi kaki berganti-ganti.
Manfaat: Mengaktifkan rasa keseimbangan
dan koordinasi, meningkatkan kemampuan
mengorganisasi dan meningkatkan energi.
TOMBOL IMBANG
Cara: Sentuhkan dua jari ke belakang telinga,
pada lekukan di belakang telinga sementara tangan
satunya lagi menyentuh pusar selama kurang lebih
30 menit.
TOMBOL BUMI
Cara: Ujung salah satu tangan menyentuh bawah
bibir, ujung jari lainnya di pinggir atas tulang
kemaluan. Di sentuh selama 30 detik atau 4-6 kali
tarikan napas penuh.
Manfaat: Meningkatkan koordinasi dan konsentrasi
(melihat secara vertikal dan horizontal sekaligus
tanpa keliru, seperti saat membaca kolom
dalam tabel).
Manfaat: Mengurangi kelelahan mental (stres),
mengoptimalkan jenis pekerjaan seperti organisasi,
perancangan seni, pembukuan
KAIT RELAKS
Cara: Tumpangkan kaki kiri di atas kaki kanan,
dan tangan kiri di atas tangan kanan dengan posisi
jempol ke bawah. Jemari kedua tangan saling menggenggam,
kemudian tarik tangan ke arah pusar dan
terus ke depan dada. Pejamkan mata dan saat menarik
napas, lidah ditempelkan ke langit-langit mulut
dan lepaskan saat mengembuskan napas.
Berikutnya, buka silangan kaki, dan ujungujung
jari tangan saling bersentuhan secara halus
di dada atau di pangkuan, sambil mengambil napas
dalam 1 menit lagi.
Manfaat: Meningkatkan koordinasi motorik
halus dan pemikiran logis, dan pemusatan emosional.
Mendengar aktif, berbicara lugas, menghadapi
tes dan bekerja dengan papan ketik,
pengendalian diri dan keseimbangan.
*****
Keuntungan Brain Gym
Berikut manfaat senam otak:
1. Memungkinkan belajar dan bekerja tanpa stres.
2. Dapat dipakai dalam waktu singkat (kurang dari 5
menit).
3. Tidak memerlukan bahan atau tempat khusus.
4. Dapat dipakai dalam semua situasi termasuk saat
belajar/bekerja.
5. Meningkatkan kepercayaan diri.
6. Menunjukkan hasil dengan segera.
7. Dapat dijelaskan
secara neurofisiologi:
“why learning is not
all in your head”
kata Dr. Carla
Hannaford.
8. Sangat efektif
dalam penanganan
seseorang yang
mengalami hambatan
dan stres belajar.
9. Memandirikan seseorang
dalam hal belajar, dan
mengaktifkan seluruh potensi
dan keterampilan yang dimiliki
seseorang.
10. Diakui sebagai salah satu tehnik belajar yang paling
baik oleh National Learning Foundation USA, dan sudah
tersebar luas di lebih dari 80 negara.
Baca File PDF-nya :
www.fajar.co.id/koran/1245348270FAJAR.UTM_19_7.pdf

















